Niat Sholat Idul Fitri Makmum, Imam, Tata Cara dan Keutamaanya

Ida Indriani April 15, 2024

prima.or.id – Sekarang ini kita sudah dipenghujung melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh. Dimana kemudian umat muslim akan merayakan lebaran atau hari raya Idul Fitri di tanggal 1 Syawal. Hari raya ini merupakan hari dimana umat muslim akan mendirikan shalat sunnah Idul Fitri. Namun, masih ada orang yang belum tahu Niat Sholat Idul Fitri itu seperti apa.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas niat sholat Idul Fitri dan juga penjelasan mengenai hari raya umat muslim. Idul Fitri sendiri adalah hari raya yang dirayakan oleh umat muslim yang ada di seluruh dunia. Dimana hari raya tersebut ada setelah kita menjalankan sebulan penuh berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Selain merayakan setelah berhasil menyelesaikan ibadah puasa, Idul Fitri juga akan mempererat tali persaudaraan antar keluarga, sahabat dan umat muslim lainnya. Ditengah meriahnya perayaan Idul Fitri ini, tentunya kalian tidak boleh lupa untuk menunaikan sholat Idul Fitri bersama dengan umat muslim lainnya. Yang mana sholat Idul Fitri ini adalah sholat sunnah yang dilaksanakan di hari raya Idul Fitri.

Adapun untuk niat sholat Idul Fitri ini sangat mudah. Namun, jika kalian belum tahu atau tidak memahami bacaan tulisan arabnya. Dibawah ini kita akan membagikan tulisan arab sekaligus tulisan latinnya yang akan memudahkan kalian memahami bacaan niat sholat Idul Fitri ini. Selain niat sholatnya, kita juga akan membagikan tata cara shalat Idul Fitri yang benar sebagai berikut.

Niat Shalat Idul Fitri yang Benar

Niat Shalat Idul Fitri yang Benar

Sebelum kita menunaikan sholat Idul Fitri, kalian harus niat dalam hati. Niat ini merupakan bacaan doa yang wajib dilakukan ketika akan melaksanakan sholat Idul Fitri. Ada dua niat yang akan dibagikan, pertama niat sholat Idul Fitri sebagai imam dan yang keduanya niat sholat untuk makmum. Berikut ini penjelasannya :

1. Niat Sholat untuk Imam

Sebagai seorang imam, niat sholat Idul Fitri menjadi sangat penting karena sholat ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Sholat Idul Fitri dilakukan sebagai ungkapan syukur atas nikmat setelah selesai menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. Berikut ini adalah niat sholat untuk imam :

أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan li ‘idil fitri rak’ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri sebanyak dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala.

2. Niat Sholat untuk Makmum

Bagi sebagian orang, sholat Idul Fitri hanya menjadi kegiatan rutin yang harus dilakukan, tanpa memahami makna sebenarnya. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk mengetahui niat sholat Idul Fitri agar bisa menghayati setiap gerakan dalam sholat tersebut. Berikut ini niat sholat yang bisa kalian ikuti untuk makmum :

أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan li ‘idil fitri rak’ataini makmuuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri sebanyak dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Tata Cara Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Setelah kalian mengetahui bacaan sholat Idul Fitri, maka selanjutnya umat muslim harus mengetahui tata cara melaksakan sholat Idul Fitri. Dengan mengetahui tata cara melaksanakannya, kalian tidak akan salah ketika menunaikan sholat Idul Fitri. Yang mana memang sholat sunnah ini memiliki perbedaan dari mulai niat dan tata cara melaksanakan sholat dengan sholat wajib 5 waktu.

Baca Juga :   Doa Setelah Sholat Dhuha Tulisan Arab, Latin, dan Keutamaannya

Untuk melaksanakan sholat Idul Fitri, umat muslim bisa menunaikan sholat tersebut bersama-sama atau berjamaah. Bahkan, kalian juga bisa menunaikannya sendiri di rumah. Yang membedakan hanyalah dari niat sholatnya itu sendiri. Untuk tata cara sholatnya tidak jauh berbeda baik itu berjamaah ataupun sendirian. Inilah tata cara melaksanakan shalat Idul Fitri :

1. Berwudhu

Langkah pertama yang harus dilakukan saat ingin menunaikan ibadah sholat Idul Fitri yaitu umat muslim harus berwudhu terlebih dahulu.

2. Berdiri Menghadap Kiblat

Setelah kalian selesai berwudhu, selanjutnya mempersiapkan diri dengan mengambil sarung atau mukena dan berdiri mengahadap kiblat.

3. Niat Sholat Idul Fitri

Niat sholat Idul Fitri bisa kalian simak ulasannya diatas, baik itu niat sholat untuk imam ataupun niat shalat sebagai makmum. Niatkan sholatnya bisa dalam hati atau diucapkan langsung dengan mulut.

4. Membaca Takbiratul Ihram

اَللهُ أَكْبَرُ

“Allahuakbar”

Artinya: Allah maha besar.

5. Membaca Doa Iftitah

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya:
“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

6. Takbir 7 Kali

Selanjutnya umat muslim membaca takbiratul ihram sebanyak 7 kali pada rakaat pertama. Setiap selang takbir yang dilakukan, harus mengucapkan doa :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي وَ ارحمني

Subhaanallah wal hamdu lillaah, wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar, Allahummaghfir lii warhamnii

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala pujian hanya milik Allah, dan tiada tuhan yang layak disembah melainkan Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ampunilah aku dan sayangilah aku.”

7. Membaca Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمَـنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, اِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيهِمْ, غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ. آمِيْنَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin, Ar-rahmaanir-rahiim, Maaliki yaumid-diin, Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, Ihdinash-shiraatal-mustaqiim, Shiraatal-ladziina an’amta ‘alaihim, Ghairil-maghdhuubi ‘alaihimwa ladh-dhaalliin. Aamiin

Artinya : ” Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.

8. Membaca Salah Satu Surat Pendek Dalam Al-Quran

Setelah membaca surat Al-Fatihah, umat muslim melanjutkan salah satu surat pendek yang ada dalam Al-Quran. Sebagai contoh, kalian bisa membaca surat Al Kafirun yang berbunyi :

Qul ya ayyuhal-kafirun, La a’budu ma ta’budun, Wa la antum a’biduna ma a’bud, Wa la ana a’bidum ma ‘abattum, Wa la antum a’biduna ma a’bud, Lakum dinukum wa liya din.

9. Ruku

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal-‘adhiimii wa bi hamdih. 3 kali

Artinya : “Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”.

10. I’tidal

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ مِلْءُالسَّمَوَاتِ وَمِلْءُاْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِعْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Sami’allaahu li man hamidah.
Rabbanaa lakal-hamdu mil’us-samaawaati wa mill-ul-ardhi wa mil’u maa syita min syai’in ba’du.

Artinya : “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Ya Allah tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang Kau kehendaki sesudah itu.

11. Sujud

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal-a’laa wa bi hamdih. 3 kali

Baca Juga :   Niat Sholat Taubat Lengkap Beserta Tata Cara, Doa dan Manfaatnya

Artinya : “Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya”.

12. Duduk Diantara Dua Sujud

رَبِّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِىْ وَاهْدِ نِىْ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk da berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”.

13. Sujud Kedua

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal-a’laa wa bi hamdih. 3 kali

Artinya : “Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya”.

14. Berdiri Melaksanakan Rakaat Kedua dan Mengucap Takbir 5 Kali

Setelah selesai melaksanakan rakaat pertama, kemudian kalian menjalankan rakaat yang kedua dan mengucapkan takbir sebanyak 5 kali. Untuk bacaannya sendiri tidak jauh berbeda dengan rakaat pertama. Selesai takbir, membaca surat Al-Fatihah dilanjut membaca surat pendek lalu ruku dan sujud.

15. Tasyahud Akhir

Selesai sujud yang kedua, kemudian kalian melakukan tasyahud akhir. Yang mana tasyahud akhir ini penanda berakhirnya sholat Idul Fitri. Disini umat muslim harus membaca doa yang berbunyi :

آلتَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللَّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيِدِ نَآ إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَّيِدِ نَآ إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارَكْ عَلَى سيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيِّدِ نَا إبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِ نَاإِبْرَاهِيْمَ فى اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

At-tahiyyatuul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa ayhadu anna Muhammadar Rasulullaah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad. Wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibrahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibrahiim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibrahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibrahiim fil-‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya”.

16. Salam

Selesai membaca tasyahud akhir, selanjutnya menoleh ke kanan dan kekiri dengan bacaan sebagai berikut :

Menoleh ke kanan

اَلسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaah.

Artinya : “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”.

Menoleh ke kiri

اَلسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaah.

Artinya : “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”.

17. Mendengarkan Khutbah

Setelah selesai menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, biasanya akan ada khutbah dan semua umat muslim mendengarkan khutbah sampai dengan selesai.

Amalan Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Amalan Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Ada beberapa amalan yang biasanya umat muslim lakukan sebelum atau sesudah menunaikan sholat Idul Fitri. Dimana memang amalan tersebut dianjurkan dan bahkan sunnah oleh Rasulullah. Inilah beberapa amalan yang bisa kalian terapkan ketika akan menunaikan sholat dan setelah menunaikan sholat Idul Fitri :

Sebelum Sholat Idul Fitri

Sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk umat muslim lakukan. Berikut ini adalah beberapa amalan yang dianjurkan sebelum sholat Idul Fitri :

  1. Memperbanyak Takbir. Amalan pertama yang harus dilakukan umat muslim adalah memperbanyak bacaan Takbir. Ini merupakan amalan yang sunnah biasa dilakukan sebelum menjalankan ibadah sholat Idul Fitri. Dimana Takbir ini dilakukan ketika malam hari sebelum besoknya menunaikan sholat Idul Fitri, yang biasa disebut malam takbiran.
  2. Membersihkan Diri. Sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri, dianjurkan bagi umat muslim untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Hal ini bisa kalian lakukan dengan mandi atau wudhu.
  3. Mengenakan Pakaian yang Baik. Amalan selanjutnya adalah menggunakan pakaian terbaik yang dimilikinya. Mengenakan pakaian yang baik dan bersih juga dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Pakaian yang dipilih sebaiknya adalah pakaian yang sopan dan tidak terlalu ketat.
  4. Makan. Seperti Rasulullah, sebelum beliau melaksanakan sholat Idul Fitri menyempatkan diri untuk selalu makan. Dengan makan terlebih dahulu, tubuh kalian akan prima saat menjalankan sholat. Sehingga ibadah sholat Idul Fitri dapat berjalan lancar khusyuk dan khidmat.
Baca Juga :   Doa Ziarah Kubur Arab Dan Latin Lengkap Dengan Tata Caranya

Setelah Sholat Idul Fiti

Adapun untuk amalan setelah sholat Idul Fitri ini, akan kita jelaskan sebagai berikut. Dimana amalan tersebut juga dianjurkan bagi umat muslim untuk menjalankannya, inilah amalan-amalan yang bisa dilakukan :

  1. Membaca Doa. Setelah sholat Idul Fitri, dianjurkan untuk membaca doa. Doa tersebut bisa berupa doa untuk memohon ampunan atas segala kesalahan yang sudah kalian lakukan selama bulan Ramadan. Bisa juga doa untuk meminta keberkahan di hari raya, dan doa untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan.
  2. Berjabat Tangan. Selanjutnya yaitu berjabat tangan setelah selesai melaksanakan sholat Idul Fitri. Amalan ini dianjurkan untuk saling berjabat tangan dengan sesama jamaah. Hal ini merupakan tanda persaudaraan dan kebersamaan antar umat Muslim.
  3. Bermaafan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah sholat Idul Fitri adalah bermaafan antar sesama Muslim. Baik itu dengan keluarga, teman, dan umat muslim lainnya. Amalan ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang rusak dengan orang lain.
  4. Saling Mengucap Selamat. Dalam artian, kita sebagai umat muslim saling mengucapkan selamat saat bertemu dengan umat muslim lainnya. Ucapan yang bisa kalian ucapkan seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum” yang artinya “semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.”
  5. Mengambil Rute Jalan Berbeda Ketia Berangkat Menunaikan Sholat. Amalan terakhir yang dianjurkan adalah setelah kalian selesai sholat Idul Fitri dan akan pulang ke rumah. Sebaiknya mengambil jalan yang berbeda dari jalan pas kalian berangkat untuk pergi sholat. Tujuanya adalah agar kalian bisa bertemu dengan umat muslim lainnya yang berbeda dan berbagi kebahagiaan bersama mereka.

Keutamaan Shalat Idul Fitri

Keutamaan Shalat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri mempunyai beberapa keutamaan dan manfaat yang sangat besar bagi umat Islam. Dibawah ini kita akan membagikan beberapa keutamaan dari sholat Idul Fitri, yaitu sebagai berikut :

Menyempurnakan Puasa

Puasa merupakan salah satu ibadah yang wajib bagi umat muslim. Dimana sholat Idul Fitri sendiri adalah penutup dari ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Dengan menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, maka puasa kalian akan menjadi lebih sempurna dan diterima di sisi Allah SWT.

Menghilangkan Dosa

Keutamaan lainnya yaitu menghapus dosa-dosa kalian. Dosa yang sudah kalian lakukan selama setahun akan diampuni oleh Allah SWT jika kita melaksanakan shalat Idul Fitri dengan ikhlas dan tulus.

Menumbuhkan Rasa Syukur

Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT merupakan salah satu keutamaan dari sholat Idul Fitri. Dimana kalian akan diingatkan kembali tentang nikmat berpuasa dan bisa menjalankan ibadah dengan lancar sampai akhirnya pada hari kemenangan. Kalian juga akan diingatkan kembali tentang kebesaran Allah SWT dan kekuasaannya.

Meningkatkan Kepedulian Sosial

Setelah menjalankan sholat Idul Fitri, kalian bisa meningkatkan kepedualian sosial. Dimana ketika sholat Idul Fitri, umat muslim berkumpul bersama-sama untuk melaksanakan ibadah. Hal ini bisa meningkatkan rasa persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Mendapatkan Pahala

Melaksanakan shalat Idul Fitri memiliki pahala yang besar di sisi Allah SWT. Pahala tersebut akan terus mengalir kepada kalian selama kalian tetap konsisten dalam menjalankan ibadah dan amalan lainnya.

Meningkatkan Iman dan Taqwa

Amalan selanjutnya adalah dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Dimana hal tersebut bisa membantu kalian untuk selalu berpegang teguh pada ajaran agama dan meningkatkan kualitas iman dan taqwanya.

Menjadi Wujud Syukur Kepada Allah SWT

Dengan menunaikan ibadah sholat Idul Fitri, menjadi wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang sudah diberikan-Nya selama bulan Ramadhan. Kita akan menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT dan mengakui bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari-Nya.

Akhir Kata

Itulah ulasan mengenai niat sholat Idul Fitri dan juga tata cara melaksanakan sholatnya. Semoga artikel ini bisa membantu umat muslim yang belum mengetahui niat sholat dan juga tata cara sholatnya. Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah mengulasnya hingga selesai.